PROLOG
Suara berdecit terdengar dari ban mobil yang berhenti di depan
sebuah Taman Kanak-kanak. Beberapa
ibu-ibu, dengan tatapan
yang tajam, mengarah langsung pada mobil hitam, sembari memegang tangan anaknya masing-masing. Terlihat
seorang wanita keluar dari mobil itu bersama seorang anak,lalu mengantarkannya
masuk ke TK.
Samar-samar, suara bisikan ibu-ibu terdengar.
“Itukah anak dari
pengusaha yang baru pindah itu?”
“Sepertinya dia
memang anak dari pengusaha itu. Enak sekali hidup dengan semua kemewahan itu.
Pagi-pagi sudah diantar dengan mobil yang bagus.Padahal rumahnya tidak begitu
jauh,” sambil melirik mobil yang diparkirkan di depan
TK.
“Kalau punya banyak uang, mau dipakai apa lagi
kalau tidak dihambur-hamburkan?Yang jelas …Enaklah pastinya.”
“Ya, apalagi dia sudah kaya sejak lahir. Pasti hidupnya nyaman,
tidak pernah merasa kekurangan.”
Mereka terus menggunjing dengan tatapan tajam yang mengarah
langsung kepada anak kecil yang sebenarnya tidak mengerti apa-apa.
Padahal mereka pun tidak tahu apa-apa. Bahwa anak
mereka bisa bersekolah
di situ—dengan segala fasilitas gratis itu—justru karena sumbangan dari
perusahaan seorang ayah,yang anaknya
sedang mereka gunjingkan ini.
Tak beberapa lama, wanita yang mengantar anak itu keluar dari mobil. Dengan pakaian yang serba hitam juga raut wajah yang serius, ia
langsung meninggalkan TK. Lalu duduk di sebelah sopir, yang menandakan ia
hanyalah seorang pelayan atau semacamnya.
Kegiatan pun dimulai seperti
kebanyakan TK lainnya. Bersenang-senang
dengan menyanyi, menari, bermain, dan sebagainya.
Di sudut kelas, terlihat seorang anak baru, terdiam tanpa melakukan
apa pun yang dilakukan oleh
kebanyakan anak lainnya.
Dia hanya fokus kepada handphone miliknya. Untuk kebanyakan orang disana, barang itu terbilang
sangat mewah. Bahkan untuk orang yang sudah bekerja. Walaupun masih berumur empat
tahun, pemikirannya sudah jauh lebih
dewasa dari kelihatannya. Dia sudah mengetahui apa kewajiban dan haknya
sebagaimana mestinya.
Tak lama kemudian ibu guru menghampirinya.
“Ryu, kenapa kamu tidak bergabung dengan yang lain?”dengan senyum ibu
guru itu bertanya kepadanya.
“Jika itu perintahmu, akan kulakukan.”
Dengan tatapan kosong anak itu langsung
mengikuti perintah yang diberikan sang guru. Karena di dalam keluarganya,
menjalankan kewajiban adalah perkara nomor satu. Setelah itu, baru ia boleh
mendapatkan haknya.
Sebelum pembelajaran di TK selesai, sebuah mobil yang berbeda tiba
di sana untuk menjemput seseorang anak yang tidak lain adalah Ryu. Sopir
mobil itu turun untuk meminta
izin menjemput Ryu lebih awal. Sang
sopir membawa kabar buruk untuknya. Dengan
terbata-bata mencoba
berbicara lalu mendekat perlahan dan selanjutnya memeluk Ryu. Tampak sopir tersebut sangatlah dekat dengan
Ryu. Lalu membisikkan
kabar buruk itu sambil menangis.
“Tuan muda, orang tua anda telah tiada,” sambil meneteskan air mata.
“Apa maksudmu, Gatsu?”dengan polosnya dia bertanya, tidak tau apa
yang terjadi.
Sambil tertunduk sedih,
sang sopir menggendong Ryu lalu
membawanya ke dalam mobil. Selama perjalanan menuju rumah,
Ryu terus memikirkan apa yang dimaksud oleh Gatsu (sopirnya). Kenapa
dia begitu sedih? Dan ada apa dengan orang tuanya?
Setibanya di rumah, tampak beberapa pria bertubuh tegak menggunakan
seragam yang rapi. Gatsu pun membukakan pintu mobil dan mempersilakan Ryu untuk
segera masuk ke rumah. Di dalam rumah begitu banyak orang yang memakai setelan
yang serba hitam. Mereka duduk di kursi yang sudah dipersiapkan. Disana
terdapat sebuah karpet yang
tertuju pada dua buah kotak. Dan di atasnya terpampang wajah ayah dan ibu anak
itu. Gatsu pun menyusul Ryu ssetelah menutup pintu
mobil dan berdiri di sampingnya.
“Gatsu, apa yang ada di
dalam kotak itu?”tanya Ryu dengan penuh rasa ingin tahu.
“Di dalam peti itu ada tuan dan nyonya. Ayah dan ibu Anda, Tuan
Muda,”sambil memegang pundak Ryu.
Sejak saat itu, Ryu kecil menjadi seorang anak
yang pendiam,seorang anak
yang mempunyai dunianya sendiri. Kesehariannya hanya
ditemani game yang dimainkannya. Game online maupun game offline. Akan
tetapi dia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pewaris satu-satunya dari
perusahaan ayahnya.
Di usia mudanya, ia sudah dilatih untuk menjalankan bisnis ayahnya—yang
pada umumnya anak seusianya masih belum memiliki tanggung jawab sebesar itu. Sehingga
waktu bermainnya sangat tersita banyak. Ini yang membuat waktu begitu berharga
baginya.
Akan tetapi dia tetap memainkan game online yang dia sukai. Dan menjadi
yang terbaik di dalamnya. Selama kurang lebih dua
tahun sejak kematian ayahnya, dia sudah memainkan hampir semua genre game
online dari FPS, RPG, dan lain-lain.
Pada umumnya semua game online adalah hal mudah untuknya. Karena
dengan kekayaannya, ia bisa memenuhi semua kebutuhan di game itu dengan uang
yang ia miliki. Hal ini bisa
terjadi karena kebanyakan publisher game online
menggunakan sistem voucher untuk semua gamenya. Jadi item di dalam game online itu bisa
dibeli dengan real money. Lebih bagus
daripada item yang
didapatkan dengan bermain.
Dengan apa yang dimilikinya, Ryu bisa dengan mudah memiliki apa
yang ia inginkan dalam game itu.
Tetapi pada saat berumur tujuh
tahun, dia menemukan sebuah game online yang memutus simbiosis mutualisme tadi.
Game itu ialah Imperium Online (IO).
Di IO,sistem voucher itu tidak ada. Itu mengakibatkan kelemahan Ryu tampak di
game ini.
Kelemahan Ryu yang terbesar adalah dia
tidak mempunyai banyak waktu untuk
bermain. Untuk kebanyakan anak-anak pada umumnya, waktu adalah sesuatu yang
murah. Akan tetapi bagi Ryu, waktu adalah yang sesuatu yang tidak bisa ia beli.
Karena dengan waktu yang ia miliki sekarang, ia harus menjalankan tanggung
jawabnya untuk mengurus perusahaan.
Walaupun waktu yang ia punya untuk bermain game sangat terbatas, namun
dengan bakat alami yang dimilikinya, ia bisa menjadi yang terbaik di genre
tertentu yang mengedepankan keahlian. Seperti halnya FPS(Face Person Shooter), RPG, dan lain-lain.
Akan tetapi di
genre game satu ini—yaitu MMORPG—untuk menjadi yang terbaik,yang diperlukan
adalah pengalaman bermain. Karena di dalam sistem game ini tidak
terdapat sistem voucher—yang bisa memudahkannya menjadi yang terbaik dengan
membeli perlengkapan yang ia inginkan.
Tetapi Ryu malah
merasa tertantang dengan game ini. Dengan sedikit waktu yang ia punya—hanya
satu sampai dua jam setiap harinya—itu pun sudah mengurangi waktu tidurnya. Dia
kemudian menyiasatinya
dengan mempekerjakan enam orang untuk menjalankan game itu saat dia tidak bisa
bermain.
Didalam dunia game, orang yang melakukan atau bekerja seperti ini disebut
Joki Game. Mempekerjakan
enam orang sangatlah mudah untuknya. Karena kekayaan yang dia punya tentunya.
Imperium Online merupakan jenis game MMORPG yang dimainkan oleh lebih
dari 75 juta orang selama 25 tahun terakhir. Di game ini, sebanyak 75 juta
player memperebutkan lima title “Emperor”. Keempat title itu
mencerminkan dari empat penguasa terbesar di IO. Dan satu title diperuntukkan
untuk pemilik soul terbanyak. Jumlah soul akan
di-update setiap harinya di website
IO, sehingga dapat dilihat semua orang bahkan bukan pemain.
Salah satu pemegang title itu tidak
lain adalah Ryu-Bayu. Dialah yang mendapatkan title Emperor Soul. Banyak berita yang menyebar bahwa pemilik title Emperor Soul saat ini adalah botters—istilah untuk orang yang menggunakan
program illegal Bot. Bot berguna
untuk menjalankan sebuah game tanpa
ada orang yang memainkannya di depan PC atau juga disebut AFK (Away From Keyboard).
Bot adalah program illegal yang memudahkan pemain MMO untuk melakukan
kegiatan hunt (kegiatan membunuh monster)
tanpa ada player yang memainkannya. Didalam
dunia MMORPG, Bot sangatlah terkenal karena ini merupakan perbuatan cheat di dalam game MMO.
“Kenapa GM membiarkan seorang botter terpampang
di website selama lebih 24 tahun?”
“Tidak mungkin ada yang bisa mengumpulkan
soul sebanyak itu. Pastinya dia nge-bot.”
“Apakah hidupnya hanya
untuk bermain game selama 20 tahun terakhir?”
“Mungkin dia orang kaya, sehingga bisa menyewa joki. Dan itu sah-sah
saja.”
“Wow, sampai segitunya. Hunting monster
untuk mendapatkan soul.”
Semua opini berkembang di kalangan player. Ada yang kagum, mencibir,
berburuk sangka, dan ada juga yang positive thinking.
Semua opini itu dikarenakan
jumlah soul yang dimilikinya dalam 25 tahun ini sangat fantastis.
Nick
Name Class Soul Guild Server
1. Ryu-Bayu (Destroyer : 997. 723. 232
RoyalEmperor Indonesia
2. Hanz (Mage) : 36. 766. 656 Retribution
Indonesia
3. Wilung (Mage) : 35. 765. 677 Shire China
Yang setiap soul-nya didapatkan
dari membunuh satu monster yang
lebih tinggi 15 level
dari level karakter miliknya.
Ada rumor mengatakan bahwa karakter itu
tidak pernah log out. Dan selama 24
jam terus bermain. Perbedaan yang sangat jauh antar ranking satu dan ranking dua
itulah menyebabkan tudingan miring terhadap karakter ranking satu itu.
Akan tetapi yang sudah mengenalnya, mereka hanya tersenyum melihat tudingan-tudingan
miring itu.
