Jumat, 15 Juli 2016

Prolog

PROLOG

Suara berdecit terdengar dari ban mobil yang berhenti di depan sebuah Taman Kanak-kanak. Beberapa ibu-ibu, dengan tatapan yang tajam, mengarah langsung pada mobil hitam, sembari memegang tangan anaknya masing-masing. Terlihat seorang wanita keluar dari mobil itu bersama seorang anak,lalu mengantarkannya masuk ke TK.
Samar-samar, suara bisikan ibu-ibu terdengar.
“Itukah anak dari pengusaha yang baru pindah itu?”
“Sepertinya dia memang anak dari pengusaha itu. Enak sekali hidup dengan semua kemewahan itu. Pagi-pagi sudah diantar dengan mobil yang bagus.Padahal rumahnya tidak begitu jauh,” sambil melirik mobil yang diparkirkan di depan TK.
“Kalau punya banyak uang, mau dipakai apa lagi kalau tidak dihambur-hamburkan?Yang jelas …Enaklah pastinya.”
“Ya, apalagi dia sudah kaya sejak lahir. Pasti hidupnya nyaman, tidak pernah merasa kekurangan.”
Mereka terus menggunjing dengan tatapan tajam yang mengarah langsung kepada anak kecil yang sebenarnya tidak mengerti apa-apa. Padahal mereka pun tidak tahu apa-apa. Bahwa anak mereka bisa bersekolah di situ—dengan segala fasilitas gratis itu—justru karena sumbangan dari perusahaan seorang ayah,yang anaknya sedang mereka gunjingkan ini.
Tak beberapa lama, wanita yang mengantar anak itu keluar dari mobil. Dengan pakaian yang serba hitam juga raut wajah yang serius, ia langsung meninggalkan TK. Lalu duduk di sebelah sopir, yang menandakan ia hanyalah seorang pelayan atau semacamnya.
Kegiatan pun dimulai seperti kebanyakan TK lainnya. Bersenang-senang dengan menyanyi, menari, bermain, dan sebagainya. Di sudut kelas, terlihat seorang anak baru,  terdiam tanpa melakukan apa pun yang dilakukan oleh kebanyakan anak lainnya.
 Dia hanya fokus kepada handphone miliknya. Untuk kebanyakan orang disana, barang itu terbilang sangat mewah. Bahkan untuk orang yang sudah bekerja. Walaupun masih berumur empat tahun, pemikirannya sudah jauh lebih dewasa dari kelihatannya. Dia sudah mengetahui apa kewajiban dan haknya sebagaimana mestinya.
Tak lama kemudian ibu guru menghampirinya.
“Ryu, kenapa kamu tidak bergabung dengan yang lain?”dengan senyum ibu guru itu bertanya kepadanya.
“Jika itu perintahmu, akan kulakukan.”
Dengan tatapan kosong anak itu langsung mengikuti perintah yang diberikan sang guru. Karena di dalam keluarganya, menjalankan kewajiban adalah perkara nomor satu. Setelah itu, baru ia boleh mendapatkan haknya.
Sebelum pembelajaran di TK selesai, sebuah mobil yang berbeda tiba di sana untuk menjemput seseorang anak yang tidak lain adalah Ryu. Sopir mobil itu turun untuk meminta izin menjemput Ryu lebih awal. Sang sopir membawa kabar buruk untuknya. Dengan terbata-bata mencoba berbicara lalu mendekat perlahan dan selanjutnya memeluk Ryu. Tampak sopir tersebut sangatlah dekat dengan Ryu. Lalu membisikkan kabar buruk itu sambil menangis.
“Tuan muda, orang tua anda telah tiada,” sambil meneteskan air mata.
“Apa maksudmu, Gatsu?”dengan polosnya dia bertanya, tidak tau apa yang terjadi.
Sambil tertunduk sedih, sang sopir menggendong Ryu lalu membawanya ke dalam mobil. Selama perjalanan menuju rumah, Ryu terus memikirkan apa yang dimaksud oleh Gatsu (sopirnya). Kenapa dia begitu sedih? Dan ada apa dengan orang tuanya?
Setibanya di rumah, tampak beberapa pria bertubuh tegak menggunakan seragam yang rapi. Gatsu pun membukakan pintu mobil dan mempersilakan Ryu untuk segera masuk ke rumah. Di dalam rumah begitu banyak orang yang memakai setelan yang serba hitam. Mereka duduk di kursi yang sudah dipersiapkan. Disana terdapat sebuah karpet yang tertuju pada dua buah kotak. Dan di atasnya terpampang wajah ayah dan ibu anak itu. Gatsu pun menyusul Ryu ssetelah menutup pintu mobil dan berdiri di sampingnya.
“Gatsu, apa yang ada di dalam kotak itu?”tanya Ryu dengan penuh rasa ingin tahu.
“Di dalam peti itu ada tuan dan nyonya. Ayah dan ibu Anda, Tuan Muda,”sambil memegang pundak Ryu.
Sejak saat itu, Ryu kecil menjadi seorang anak yang pendiam,seorang anak yang mempunyai dunianya sendiri. Kesehariannya hanya ditemani game yang dimainkannya. Game online maupun game offline. Akan tetapi dia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pewaris satu-satunya dari perusahaan ayahnya.
Di usia mudanya, ia sudah dilatih untuk menjalankan bisnis ayahnya—yang pada umumnya anak seusianya masih belum memiliki tanggung jawab sebesar itu. Sehingga waktu bermainnya sangat tersita banyak. Ini yang membuat waktu begitu berharga baginya.
Akan tetapi dia tetap memainkan game online yang dia sukai. Dan menjadi yang terbaik di dalamnya. Selama kurang lebih dua tahun sejak kematian ayahnya, dia sudah memainkan hampir semua genre game online dari FPS, RPG, dan lain-lain.
Pada umumnya semua game online adalah hal mudah untuknya. Karena dengan kekayaannya, ia bisa memenuhi semua kebutuhan di game itu dengan uang yang ia miliki. Hal ini bisa terjadi karena kebanyakan publisher game online menggunakan sistem voucher untuk semua gamenya. Jadi item di dalam game online itu bisa dibeli dengan real money. Lebih bagus daripada item yang didapatkan dengan bermain.

Seperti itulah rantai game online, sehingga tidak terlepas dari mana sistem voucher.Simbiosis mutualisme antara Developer—Publisher—Player yang tidak akan terputus.
Dengan apa yang dimilikinya, Ryu bisa dengan mudah memiliki apa yang ia inginkan dalam game itu. Tetapi pada saat berumur tujuh tahun, dia menemukan sebuah game online yang memutus simbiosis mutualisme tadi. Game itu ialah Imperium Online (IO). Di IO,sistem voucher itu tidak ada. Itu mengakibatkan kelemahan Ryu tampak di game ini.
Kelemahan Ryu yang terbesar adalah dia tidak mempunyai banyak waktu untuk bermain. Untuk kebanyakan anak-anak pada umumnya, waktu adalah sesuatu yang murah. Akan tetapi bagi Ryu, waktu adalah yang sesuatu yang tidak bisa ia beli. Karena dengan waktu yang ia miliki sekarang, ia harus menjalankan tanggung jawabnya untuk mengurus perusahaan.
Walaupun waktu yang ia punya untuk bermain game sangat terbatas, namun dengan bakat alami yang dimilikinya, ia bisa menjadi yang terbaik di genre tertentu yang mengedepankan keahlian. Seperti halnya FPS(Face Person Shooter), RPG, dan lain-lain.
Akan tetapi di genre game satu ini—yaitu MMORPG—untuk menjadi yang terbaik,yang diperlukan adalah pengalaman bermain. Karena di dalam sistem game ini tidak terdapat sistem voucher—yang bisa memudahkannya menjadi yang terbaik dengan membeli perlengkapan yang ia inginkan.
Tetapi Ryu malah merasa tertantang dengan game ini. Dengan sedikit waktu yang ia punya—hanya satu sampai dua jam setiap harinya—itu pun sudah mengurangi waktu tidurnya. Dia kemudian menyiasatinya dengan mempekerjakan enam orang untuk menjalankan game itu saat dia tidak bisa bermain.
Didalam dunia game, orang yang melakukan atau bekerja seperti ini disebut Joki Game. Mempekerjakan enam orang sangatlah mudah untuknya. Karena kekayaan yang dia punya tentunya.
Imperium Online merupakan jenis game MMORPG yang dimainkan oleh lebih dari 75 juta orang selama 25 tahun terakhir. Di game ini, sebanyak 75 juta player memperebutkan lima title “Emperor”. Keempat title itu mencerminkan dari empat penguasa terbesar di IO. Dan satu title diperuntukkan untuk pemilik soul terbanyak. Jumlah soul akan di-update setiap harinya di website IO, sehingga dapat dilihat semua orang bahkan bukan pemain.
Salah satu pemegang title itu tidak lain adalah Ryu-Bayu. Dialah yang mendapatkan title Emperor Soul. Banyak berita yang menyebar bahwa pemilik title Emperor Soul saat ini adalah botters—istilah untuk orang yang menggunakan program illegal Bot. Bot berguna untuk menjalankan sebuah game tanpa ada orang yang memainkannya di depan PC atau juga disebut AFK (Away From Keyboard).
Bot adalah program illegal yang memudahkan pemain MMO untuk melakukan kegiatan hunt (kegiatan membunuh monster) tanpa ada player yang memainkannya. Didalam dunia MMORPG, Bot sangatlah terkenal karena ini merupakan perbuatan cheat di dalam game MMO.
“Kenapa GM membiarkan seorang botter terpampang di website selama lebih 24 tahun?”
“Tidak mungkin ada yang bisa mengumpulkan soul sebanyak itu. Pastinya dia nge-bot.”
“Apakah hidupnya hanya untuk bermain game selama 20 tahun terakhir?”
“Mungkin dia orang kaya, sehingga bisa menyewa joki. Dan itu sah-sah saja.”
“Wow, sampai segitunya. Hunting monster untuk mendapatkan soul.”
Semua opini berkembang di kalangan player. Ada yang kagum, mencibir, berburuk sangka, dan ada juga yang positive thinking.
Semua opini itu dikarenakan jumlah soul yang dimilikinya dalam 25 tahun ini sangat fantastis.
  Nick Name              Class                        Soul                      Guild             Server
1. Ryu-Bayu          (Destroyer           : 997. 723. 232       RoyalEmperor   Indonesia
2. Hanz                  (Mage)                :  36. 766. 656          Retribution       Indonesia
3. Wilung              (Mage)                :  35. 765. 677              Shire               China

Yang setiap soul-nya didapatkan dari membunuh satu monster yang lebih tinggi 15 level dari level karakter miliknya.
Ada rumor mengatakan bahwa karakter itu tidak pernah log out. Dan selama 24 jam terus bermain. Perbedaan yang sangat jauh antar ranking satu dan ranking dua itulah menyebabkan tudingan miring terhadap karakter ranking satu itu. Akan tetapi yang sudah mengenalnya, mereka hanya tersenyum melihat tudingan-tudingan miring itu.

1 komentar: